Untuk keberhasilannya di domestic dan internasional, rekor Hiddink membuatnya menjadi salah satu manajer paling didambakan dalam sepak bola.

Seperti banyak manajer sepak bola besar, karirnya sebagai pemain sangat sederhana dengan menjadi pemain di PSV dan bermain di Liga Amerika Utara.

Setelah mengasah kemampuan menjadi asisten di PSV, Hiddink yang menggantikan pelatih utama, Hans Kraay berhasil membawa PSV memimpin untuk memenangkan Piala Eropa.

Pada tahun 1995, ia menerima tugas berat saat melatih tim nasional Belanda, meskipun banyak permasalahan internal, namun ia berhasil membawa Belanda melaju hingga semi final di Piala Dunia 1998.

Setelah mendapat pujian dengan sepak bola menyerangnya dan kalah dari Brazil melalui pinalti pada perempat final, ia memutuskan untuk mengundurkan diri meskipun masih diharapan melatih Belanda.

Hiddink kemudian melatih kembali klub dan menjadi salah satu bagian kelam dari karirnya, ia melatih Real Madrid dan Real Betis.

Bergabung dengan tim nasional Korea Selatan. Meskipun pada awalnya tidak begitu bagus, Hiddink membawa timnya ketingkatan keberhasilan yang tinggi. Menang atas Polandia dan Portugal, membuat Korea berhasil lolos keputaran kedua melawan Italia.

Prestasi terus berlanjut, Italia berhasil dikalahkan dengan skor 2-1 dan Spanyol juga berhasil dikalahkan melalui adu pinalti. Dengan demikian Korea berhasil memasuki 4 besar dan berhadapan dengan Jerman untuk memperebutkan tiket ke final, memang pada chelsea logoakhirnya Jerman yang lolos. Korea Selatan berhasil memenangkan peringkat ketiga.

Pujian ia dapati karena prestasi tersebut, ia dihadiahi kewarganegaraan oleh pemerintah Korea dan menamai salah satu stadion nasional dengan nama Hiddink untuk menghormatinya.

Namun tantangan klub masih menjadi hal yang diinginkan oleh Hiddink. Ia menyukai tantangan dan kembali lagi ke PSV setelah klub tersebut dalam keadaan yang buruk, dan segera Hiddink berhasil membawa PSV kembali ke Liga Champions, bahkan hingga mencapai semi final pada tahun 2005, namun itu tidak bertahan lama karena Hiddink memutuskan untuk kembali melatih Negara, kali ini adalah Australia.

Efek Hiddink menuliskan ulang sejarah. Kemenangan Australia di play-off atas Uruguay membuat Australia lolos ke Piala Dunia setelah 32 tahun belum pernah lagi mencicipi turnamen terbesar ini. Kemenangan atas Jepang dan hasil imbang melawan Kroasia membantu mereka mencapai tahap berikutnya.

https://www.m88indo88.com/go/m88reg/

Australia akhirnya harus tersingkir karena kalah dari Italia. Goal yang dicetak oleh Italia pun adalah goal kontroversi dan goal tersebut menjadi goal satu-satunya pada pertandingan dan menyingkirkan Australia dibawah kepelatihan Hiddink.

Hiddink kemudian pindah dan melatih tim nasional Rusia pada tahun 2006 setelah pada awalnya membantu Rusia lolos, melalui grup yang sulit bersama Kroasia dan Inggris mereka mampu lolos ke perempat final Euro 2008.

Meskipun berhasil di Euro 2008, namun pada tahun 2010, Hiddink gagal membawa Rusia untuk lolos ke Piala Dunia karena kalah saat pertandingan play-off melawan Slovenia. Pada Februari 2010, Hiddink dikonfirmasi tidak lagi melatih Rusia.

Hiddink mengambil alih Chelsea pada musim 2008-09, membawa Chelsea hingga semifinal Liga Champions dan kalah karena aturan goal tandang oleh Barcelona.

Meskipun Hiddink mendapatkan hati penggemar Chelsea dan berharap ia dipermanenkan, namun Hiddink tidak ingin mengambil itu karena masih terikat dengan tim nasional Rusia.

Sebagai pelatih sementara Chelsea, ia mempersembahkan Piala FA pada pertandingan terakhirnya setelah mengalahkan Everton di Final dengan skor 2-1 di Wembley.

Setelah meninggalkan Rusia, ia bergabung menjadi manajer tim nasional Turki. Namun ia mendapat sorotan karena gajinya juga karena ia jarang berada di Turki. Turki pada akhirnya tidak mengesankan karena kalah pada babak play off dari Kroasia dengan skor agregata 3-0, Hiddink akhirnya mundur.

Hiddink kembali ke Rusia namun melatih sebuah klub, Anzhi Makhachkala. Pada musim keduanya, Anzhi berhasil finish pada peringkat 3 Liga dan mencapai babak 16 besar Liga Champions.

Hanya bermain untuk 2 pertandingan tahun 2013-14 saat ia keluar, sebelum pada akhirnya setuju untuk melatih Belanda kembali hingga Euro 2016.

Setelah gagal membawa Belanda ke Euro 2016, Hiddink pada akhirnya dipecat dan untuk sementara menggantikan Jose Mourinho untuk kembali menangani Chelsea pada tahun 2015.

Kelebihan : Ia mendapat pujian dengan system yang ia buat. Ia diakui menjadi pelatih yang menggunakan total football dengan cara yang berbeda dengan keberhasilannya secara global.

Kekurangan : Ia sering menulis taktik dan terlihat seperti Cheerleader dibandingkan pemimpin.

Karir terbaik : Membawa Korea Selatan peringkat 3 pada Piala Dunia 2002.

Karir terburuk : Dipecat Belanda karena gagal membawa Belanda ke Euro 2016.

Taktik : Ia menikmati formasi 4-3-3 dengan itu ia telah berhasil dan juga gagal.

Kutipan : “Yah aku tahu Guus dari bekerja dengan dia sebelumnya, dia seorang manajer yang sempurna untuk datang pada waktu yang sulit karena dia punya cara yang sangat baik tentang dia. Dia akan menetap ruang ganti, mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari pemain lagi dan mencoba untuk mendapatkan mereka untuk naik tingkat tertinggi mereka. Saya pikir dia adalah pilihan yang sempurna bagi klub.– Frank Lampard.

Trivia : Hiddink mendapatkan penghargaan dari Royal Dutch Football Assosiation pada 2007. Penghargaan itu hanya dimiliki oleh 3 orang, Rinus Micheles, Johan Cruyff dan Guus Hiddink.

Ulasan dari  m88 secara keseluruhan tentang profil Guus Hiddink : dia merupakan sosok yang terlalu dingin yang kerap dinilai kurang berwibawa untuk menjadi seorang pelatih.  Karir terbaiknya bersama tim nasional tentunya ketika sukses membawa Korea Selatan keluar sebagai semifinalis pada ajang Piala Dunia 2002 lalu. Dan saat ini Hiddink mendapat tugas sebagai manajer sementara untuk menangani Chelsea yang memecat Jose Mourinho.

https://www.m88indo88.com/go/m88reg/
Baca Selengkapnya  Doutzen Kroes, Model Angel's Victoria Secret Yang Beruntung