Martial Harus Belajar Dengan Mkhitaryan

Performa Anthony Martial saat dibawah kepelatihan Jose Mourinho ternyata menurun sangat draktis bila dibandingkan pada musim lalu saat tim setan merah dilatih oleh Louis van Gaal. Apa yang menyebabkan sosok pemain ini menjadi berubah pada musim ini? Pada musim lalu, walaupun Louis van Gaal dikategorikan sebagai pelatih yang gagal. Dimana dia membawa Manchester United sebagai tim yang tidak bisa bermain secara konsisten.

Tapi nyatanya Martial ternyata mampu bermain gemilang dalam tim tersebut. Nama pemain asal Prancis itupun bersinar dengan menyandang top skor Manchester United dimana dia sudah mencetak 17 buah gol dari semua kompetisi yang dijalani oleh tim setan merah dimusim 2015/2016. Musim ini, Mourinho tidak selalu mempercayakan Martial dalam skuat tim setan merah.

Hanya bisa 11 kali tampil dan 6 kali menjadi starter ditambah lagi Martial tidak pernah dimainkan secara full 90 menit pertandingan oleh sang pelatih asal Portugal tersebut. Sentuhan permainan Martial seperti hilang dimusim ini, itulah yang membuat Mourinho tidak terlalu suka memainkan pemain yang masih berusia 21 tahun ini. Memang tidak bisa disangkal jika kedatangan Mourinho membuat waktu bermain Martial menjadi berkurang. Terlebih saat Mourinho membawa sendiri sistem permainannya yang jelas berbeda dengan pelatih sebelumnya, Louis van Gaal.

Mourinho masih melihat selama latihan, Martial masih belum dapat mengembangkan sisi pemahaman dari sebuah permain sepakbola. Terlebih lagi pemain ini masih sangat muda ditambah dengan cara bermain yang berbeda. Secara jelas Mourinho meminta dengan tegas agar Martial mau belajar untuk berkembang karena musim 2016/2017 ini lebih sulit dari apa yang dia bayangkan.

Mourinho selanjutnya meminta Martial berkaca dan belajar dari sosok pemain asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan. Tentunya Mkhitaryan datang ke Old Trafford dengan reputasi lebih besar daripada seorang pemain muda seperti Martial dengan pengalamannya yang masih kurang. Pastinya Mourinho akan lebih memilih Mkhitaryan dibanding Martial. Apalagi Mkhitaryan didatangkan oleh Mourinho karena pemain Armenia ini bermain sangat tajam dilini depan dari Borussia Dortmund pada musim lalu.

Baca Selengkapnya  Prediksi Liverpool vs Bournemouth

Tapi lihat apa yang dilakukan oleh Mourinho dengan Mkhitaryan pada awal-awal musim? 3 bulan pertama, Mkhitaryan baru sekali saja dimainkan sebagai starter dalam Liga Inggris. Bahkan nama pemain ini pernah tidak dimasukan sama sekali oleh Mourinho, baik sebagai pemain utama ataupun cadangan. Dan disinilah letak perbedaan terbesar dari Martial dengan Mkhitaryan.

Pemain yang didatangkan Mourinho pada bursa transfer musim panas 2016 lalu, belajar mengembangkan dirinya dalam setiap sesi latihan. Dan inilah yang membuat Mourinho kembali memasukkan nama Mkhitaryan dalam skuat yang ikut bermain. Penantian panjang Mkhitaryan berbuah manis dengan kepercayaan Mourinho kepadanya sebagai pemain utama tim setan merah yang selalu dimainkan akhir-akhir ini.

Martial Harus Belajar Dengan Mkhitaryan

Ini karena Mkhirtaryan memberi kontribusi yang sangat besar dalam setiap kemenangan tim setan merah ditiap laganya. Mourinho sangat menyukai pemain seperti Mkhitaryan yang sangat mengerti dirinya. Sosok seperti Mkhitaryan sangatlah terbuka dan mau bekerja keras walaupun tidak dimainkan. Kali ini Mourinho hanya meminta Martial bersabar seperti yang dilakukan oleh Mkhitaryan. Sehingga bisa saja pada saatnya nanti Martial bisa menjelma menjadi pemain yang paling diincar oleh banyak klub di Eropa dengan status pemain bintang.

Taruhan seru di M88 Indonesia

Anda pecinta taruhan bola? nikmati pertandingan seru dan menarik dari banyak pertandingan sepak bola bola hanya di M88明升. Dapatkan juga tawaran serta bonus yang menarik dari kami.